Malam ini bidadari menari-nari
Diantara remang cahaya lampion
Matanya berbinar sarat makna
Menanti hadirnya pengikut sunah
Wangi semerbak puspa setaman
Manjakan rasa hadirkan hasrat
Rambut tergerai bak kembang mayang
Terjuntai indah hiasi bukit
Rembulan redup rindukan bintang
Diajak menari diantara ilalang
Memadu kasih di singgasana cinta
Teriring syahdunya syimponi jiwa
Malaikatpun tersipu malu
Saksikan bidadari nikmati cumbuan
Pena dan kertas hiasi jemari
Lengkap tercatat indahnya memori.
By,Haeruddin Purnawanto
Aku bukanlah penyair.....
Tapi hanyalah musyafir hina
Berjalanku dengan Kodrat-NYA
Mengembaraku dengan Iradat-NYA
Aku bukanlah penyair.....
Hanyalah seorang fakir
Mencoba menulis yang terpikir
Walau masih butuh ditafsir
Aku bukanlah penyair.....
Tersenyum belum tentu bahagiaku
Tawaku bukanlah jua senda gurau
Menangispun bukan tersebab duka pilu
Aku bukanlah penyair.....
Semua berlalu turuti tasbihnya sang waktu
Seiring tawafnya bumi pada poros yang Satu
Dalam perjalananku mencari Guru tanpa guru.
By'Haeruddin Purnawanto
oleh Haeruddin Purnawanto
Kala insan terbangun dari mati kecilnya
Buyarlah mimpi-mimpi entah kemana
Menggeliat dari kasur-kasur empuk nan manja
Sadarlah diri hingga mata ini terbuka
Alunan adzan subuh sayup terdengar
Seiring bayu lembut menghembus samar
Seakan jadikan kantuk ini enyah terbiar
Menuntun langkah 'tuk berwudhu dengan sabar
Meski bibir sedikit bergetar
Oleh sentuhan tirta terpapar
Namun sejuknya terasa menyasar
Sampai kedalam hati yg paling dasar
Yaa Robb...alangkah Indahnya subuh-MU
Dzohir bathinkupun tunduk di hadap-MU
Tanpa keraguan sedikitpun tentang-MU
Walau kubelum mampu jadi hamba terbaik-MU
Oh dumay...
Dunia ini kau warnai
Dengan sandiwara dan gayamu penuh aksi
Bagai merpati yg tak pernah ingkar janji
Siburung jantan mengembara
Masuk desa keluar kota
Mendadak jadi arjuna
Dipuja dan dipuji dara betina
Sejak sijantan kenal betina
Rimba belantara jadi terlupa
Mabuk kepayang sepasang dara
Dengan cinta berbalut dusta
Kadang si jantan ketawa dengan Laptopnya
Tak jarang sibetina tersenyum dengan Blackberrynya
Sepasang burung dara sama-sama gila
Saat bersua di dunia maya
Cumbuan semalam jadi cerita suka cita
Dileher sibetina meninggalkan bekas katanya
Goresan kukumu juga didadaku kata sijantan pula
Asmara diimaji mereka terasa sungguh nyata
Suatu ketika si Om Google bertanya
Sudah sampai mana kisah cinta siAnu dan SiAna
Tante Yahoo pun menjawab seadanya
Bahwa cinta mereka telah sampai kedunia nyata.
By,Rudy.
oleh Haeruddin Purnawanto
Hadirmu membawa arti
Dalam asa yang hampir mati
Rasa sayangku tak terperi
Pada bidadari penakluk hati
Bagai fatamorgana di gurun sahara
Indah dipandang namun tak nyata
Walau tak hilangkan haus dahaga
Dan pesonamu tak tersentuh raga
Tapi biarlah jadi sebuah kisah
Kan kunikmati sebagai berkah
Meski adamu tak bisa terjamah
Tapi bagiku kau tetap terindah.
Mungkinkah kuraih bintang
Kala sayapku tak jua terbentang
Berharap rembulan kan datang
Mengusir jenuh yang meradang
Ku ingin bersamamu sang pujaan
Melintasi putihnya awan
Menikmati syahdunya nyanyian
Bercanda ria tanpa beban
Namun aku hanya seekor pipit hina
Harapkan rembulan ayu bermahkota
Lembut dan anggun tanpa cela
Di gemerlapnya singgasana istana.
By,Rudy