KEMAKMURAN SEBATAS ANGAN
oleh Haeruddin purnawanto
Air mata telah lelah menetes
Darahpun enggan mengalir....
Ketika hidup terbelenggu,
Oleh rantai penjajahan bermerek merdeka
Kebebasan pun terpasung oleh jeritan perut-perut kosong
Yang sudah berhari-hari tak tersentuh apapun,
Kemakmuran hanya hayalan,
Bagi insan -insan yang tersisi disudut negeri
Yang konon katanya negeri kaya raya,
ternyata itu hanya katanya.
Sementara penguasa nan dzolim
Berpesta pora,
Bernyanyi dan menari
Dengan iringan irama Syaiton berlabel Korupsi
Lalu dimanakah Hati dan Nurani itu....?
Mungkinkah semuanya telah musnah
Ditelan Kobodohan yang berbalut Kepintaran,
Kepintaran yang berbalut kemunafikan.
Goresan 01/04/2012
Air mata telah lelah menetes
Darahpun enggan mengalir....
Ketika hidup terbelenggu,
Oleh rantai penjajahan bermerek merdeka
Kebebasan pun terpasung oleh jeritan perut-perut kosong
Yang sudah berhari-hari tak tersentuh apapun,
Kemakmuran hanya hayalan,
Bagi insan -insan yang tersisi disudut negeri
Yang konon katanya negeri kaya raya,
ternyata itu hanya katanya.
Sementara penguasa nan dzolim
Berpesta pora,
Bernyanyi dan menari
Dengan iringan irama Syaiton berlabel Korupsi
Lalu dimanakah Hati dan Nurani itu....?
Mungkinkah semuanya telah musnah
Ditelan Kobodohan yang berbalut Kepintaran,
Kepintaran yang berbalut kemunafikan.
BAPAK...OH BAPAK.
oleh Haeruddin Purnawanto
Teringatku waktu itu ketika masih bersama emak
Disaat senja mulai turun diantara awan kelam berarak
Beliau membagunkanku dengan suara agak serak ...
Bangunlah nak....bangunlah nak
Lihatlah mentari sudah mulai tak nampak
Perlahan mataku mulai tersibak...
Lalu bertanyaku pada emak
Kemana bapak...?
Sayup terdengar bisikan emak
Bangun dan bangkitlah Nak
Berdirilah tegak
Karena sekarang tak ada lagi bapak
Dia telah damai disurgaNYA Allah Nak....
Akupun lalu teriak
Tidak.....tidak....tidak
Air matapun tumpah berserak
Mengaliri kedua kelopak
Kemudian hening sejenak
Lalu kepalaku dipeluk emak
Dan disandarkan dipundak
Dengan tangis terisak
Beliau berucap,,,sabarlah nak
Karena kita juga akan menyusul kesana kelak.
Teringatku waktu itu ketika masih bersama emak
Disaat senja mulai turun diantara awan kelam berarak
Beliau membagunkanku dengan suara agak serak ...
Bangunlah nak....bangunlah nak
Lihatlah mentari sudah mulai tak nampak
Perlahan mataku mulai tersibak...
Lalu bertanyaku pada emak
Kemana bapak...?
Sayup terdengar bisikan emak
Bangun dan bangkitlah Nak
Berdirilah tegak
Karena sekarang tak ada lagi bapak
Dia telah damai disurgaNYA Allah Nak....
Akupun lalu teriak
Tidak.....tidak....tidak
Air matapun tumpah berserak
Mengaliri kedua kelopak
Kemudian hening sejenak
Lalu kepalaku dipeluk emak
Dan disandarkan dipundak
Dengan tangis terisak
Beliau berucap,,,sabarlah nak
Karena kita juga akan menyusul kesana kelak.
SUJUD HAMBA
Manakala...
Butiran tasbih mengisi ruang kosong jari jemariku
Lisan dan hati bersatu dalam dzikir mengingat-MU
Jiwa terisi munajatku pada-MU
Yaa Rabb ku ....
Terimalah cinta hamba yg hina ini
Diantara gelimang dosa diri tak terperi
Berharap belaian kasih yang KAU Ridhoi
Yaa Ghoffur...
Dihamparan sajadah tua
Kuletakan dahi dalam sujud hamba
Mengharap ampunan dan cinta-MU jua
Yaa Robbul Izzati...
Izinkan hamba memuji-MU dalam hening
Dengan lidah kotor hamba yg sering berpaling
Dari kasih sayang-Mu yang suci bening.
Malam 03-05-2012
KEINDAHAN BERTABUR DURI
Indah dipandang sejukan nurani
Harum dan wangi merasuk kehati
Terkadang membuat kita lupa diri
Laksana setangkai mawar berduri
Mengajak angan melambung tinggi
Melanglang buana tanpa tepi
Sampai lupakan siapa diri
Laksana setangkai mawar berduri
Diciptakan untuk di nikmati
Jangan pernah menganggap memiliki
Tapi pelihara dan syukuri
Laksana setangkai mawar berduri
Jika dipegang kadang melukai
Semakin di gengam semakin menyakiti
Maka jadikanlah sekedar penghias taman duniawi
Laksana setangkai mawar berduri
Begitulah harta benda yg kita punyai
Hanya sarana penunjang ibadah pada Ilahi
Bukan di bawah sampai mati
01-05-2012 by,Haeruddin Purnawanto
MALAM JUM'AT
Malam ini bidadari menari-nari
Diantara remang cahaya lampion
Matanya berbinar sarat makna
Menanti hadirnya pengikut sunah
Wangi semerbak puspa setaman
Manjakan rasa hadirkan hasrat
Rambut tergerai bak kembang mayang
Terjuntai indah hiasi bukit
Rembulan redup rindukan bintang
Diajak menari diantara ilalang
Memadu kasih di singgasana cinta
Teriring syahdunya syimponi jiwa
Malaikatpun tersipu malu
Saksikan bidadari nikmati cumbuan
Pena dan kertas hiasi jemari
Lengkap tercatat indahnya memori.
By,Haeruddin Purnawanto
AKU BUKANLAH PENYAIR
Aku bukanlah penyair.....
Tapi hanyalah musyafir hina
Berjalanku dengan Kodrat-NYA
Mengembaraku dengan Iradat-NYA
Aku bukanlah penyair.....
Hanyalah seorang fakir
Mencoba menulis yang terpikir
Walau masih butuh ditafsir
Aku bukanlah penyair.....
Tersenyum belum tentu bahagiaku
Tawaku bukanlah jua senda gurau
Menangispun bukan tersebab duka pilu
Aku bukanlah penyair.....
Semua berlalu turuti tasbihnya sang waktu
Seiring tawafnya bumi pada poros yang Satu
Dalam perjalananku mencari Guru tanpa guru.
INDAHNYA SUBUH_MU
oleh Haeruddin PurnawantoKala insan terbangun dari mati kecilnya
Buyarlah mimpi-mimpi entah kemana
Menggeliat dari kasur-kasur empuk nan manja
Sadarlah diri hingga mata ini terbuka
Alunan adzan subuh sayup terdengar
Seiring bayu lembut menghembus samar
Seakan jadikan kantuk ini enyah terbiar
Menuntun langkah 'tuk berwudhu dengan sabar
Meski bibir sedikit bergetar
Oleh sentuhan tirta terpapar
Namun sejuknya terasa menyasar
Sampai kedalam hati yg paling dasar
Yaa Robb...alangkah Indahnya subuh-MU
Dzohir bathinkupun tunduk di hadap-MU
Tanpa keraguan sedikitpun tentang-MU
Walau kubelum mampu jadi hamba terbaik-MU
SEPASANG BURUNG DARA DUMAY
Dunia ini kau warnai
Dengan sandiwara dan gayamu penuh aksi
Bagai merpati yg tak pernah ingkar janji
Siburung jantan mengembara
Masuk desa keluar kota
Mendadak jadi arjuna
Dipuja dan dipuji dara betina
Sejak sijantan kenal betina
Rimba belantara jadi terlupa
Mabuk kepayang sepasang dara
Dengan cinta berbalut dusta
Kadang si jantan ketawa dengan Laptopnya
Tak jarang sibetina tersenyum dengan Blackberrynya
Sepasang burung dara sama-sama gila
Saat bersua di dunia maya
Cumbuan semalam jadi cerita suka cita
Dileher sibetina meninggalkan bekas katanya
Goresan kukumu juga didadaku kata sijantan pula
Asmara diimaji mereka terasa sungguh nyata
Suatu ketika si Om Google bertanya
Sudah sampai mana kisah cinta siAnu dan SiAna
Tante Yahoo pun menjawab seadanya
Bahwa cinta mereka telah sampai kedunia nyata.
By,Rudy.
BAGAI FATAMORGANA
Hadirmu membawa arti
Dalam asa yang hampir mati
Rasa sayangku tak terperi
Pada bidadari penakluk hati
Bagai fatamorgana di gurun sahara
Indah dipandang namun tak nyata
Walau tak hilangkan haus dahaga
Dan pesonamu tak tersentuh raga
Tapi biarlah jadi sebuah kisah
Kan kunikmati sebagai berkah
Meski adamu tak bisa terjamah
Tapi bagiku kau tetap terindah.
SEEKOR PIPIT HINA
Kala sayapku tak jua terbentang
Berharap rembulan kan datang
Mengusir jenuh yang meradang
Ku ingin bersamamu sang pujaan
Melintasi putihnya awan
Menikmati syahdunya nyanyian
Bercanda ria tanpa beban
Namun aku hanya seekor pipit hina
Harapkan rembulan ayu bermahkota
Lembut dan anggun tanpa cela
Di gemerlapnya singgasana istana.
By,Rudy
KETAKUTANKU
Disudut malam_MU nan sunyi
Bayang kelam taklukan hati
Ketakutan merajai diri
Bak terbelenggu rantai besi
Desah nafas saksi nan nyata
Atas lukisan dosa dan noda
Disetiap putaran roda masa
Hingga semua terhenti pada waktunya
Ketakutanku semakin meradang
Kala tak kutemukan padi diantara ilalang
Gelar apakah kelak kusandang
Disaat KITA beradu pandang dipadang luas nan gersang ...?
By'Rudy
Bayang kelam taklukan hati
Ketakutan merajai diri
Bak terbelenggu rantai besi
Desah nafas saksi nan nyata
Atas lukisan dosa dan noda
Disetiap putaran roda masa
Hingga semua terhenti pada waktunya
Ketakutanku semakin meradang
Kala tak kutemukan padi diantara ilalang
Gelar apakah kelak kusandang
Disaat KITA beradu pandang dipadang luas nan gersang ...?
By'Rudy
SENTUHAN BIBIR MALAM
oleh : Haeruddin Purnawanto
Semburat Jingga ronai senja
Hadirkan nuansa indah di bibir malam
Kesindirianku dalam diam
Nikmati sentuhan sang malam
Percikan gerimis menyapa dedaunan
Iringi lantunan adzan indah mengalun
Kandaskan sunyi buyarkan lamunan
Menyeret langkah menghadap sang Rahman
Semburat Jingga ronai senja
Hadirkan nuansa indah di bibir malam
Kesindirianku dalam diam
Nikmati sentuhan sang malam
Percikan gerimis menyapa dedaunan
Iringi lantunan adzan indah mengalun
Kandaskan sunyi buyarkan lamunan
Menyeret langkah menghadap sang Rahman
TERATAI PUTIH
Serasa terkunci bunyian dunia
bila gerimis menyapu jalanan lara
paritpun menjerit oleh tempiasnya
terpercik kemana-mana...
Hembusan bayu malam mulai menyentuh
hadirkan derai pilu menderu
mencabik teratai putih nan ayu
hingga tak tegar lagi memasung kilauan...
Kerinduan menghukum diri
hadirkan rasa tak terperi
laksana alunan simponi harmoni
inginkan sentuhan Ilahi Robbi.
"By'Rudy"
KALAM ILAHI
Segumpal rindu bergelayut ditepi hati
Keinginan tersisih disudut nurani
Senja merahpun perlahan menepi
Hadirkan malam dingin dan sepi
Namun galauku perlahan pergi
Saat sentuhan_Mu hadir menghampiri
Merasuk dalam menembus pori
Laksana belaian bayu sepoi
Seiring alunan kalam Ilahi
Dari menara masjid bibir pantai
Merasuk dalam hati bagai simponi
Merangkai kekagumanku pada_MU Robbi.
Subscribe to:
Comments (Atom)








