SENYUMAN MENTARI

oleh Haeruddin Purnawanto

Mentari pagi dalam senyuman
Menyapa ramah butiran embun
Yang bertahta damai laksana kristal bening 

di antara hijaunya dedaunan ....


Sapaan dan Senyuman 
Terangkum indah dalam untaian kasih
Sebagai manifestasi cintaNya sang Kuasa.


KEMAKMURAN SEBATAS ANGAN

oleh Haeruddin purnawanto
Air mata telah lelah menetes
Darahpun enggan mengalir....

Ketika hidup terbelenggu, 
Oleh rantai penjajahan bermerek merdeka
Kebebasan pun terpasung oleh jeritan perut-perut kosong 
Yang sudah berhari-hari tak tersentuh apapun,

Kemakmuran hanya hayalan, 
Bagi insan -insan yang tersisi disudut negeri
Yang konon katanya negeri kaya raya,
ternyata itu hanya katanya.

Sementara penguasa nan dzolim
Berpesta pora,
Bernyanyi dan menari
Dengan iringan irama Syaiton berlabel Korupsi

Lalu dimanakah Hati dan Nurani itu....?
Mungkinkah semuanya telah musnah
Ditelan Kobodohan yang berbalut Kepintaran,
Kepintaran yang berbalut kemunafikan. 



Goresan 01/04/2012

BAPAK...OH BAPAK.

oleh Haeruddin Purnawanto

Teringatku waktu itu ketika masih bersama emak
Disaat senja mulai turun diantara awan kelam berarak
Beliau membagunkanku dengan suara agak serak ...

Bangunlah nak....bangunlah nak
Lihatlah mentari sudah mulai tak nampak
Perlahan mataku mulai tersibak...

Lalu bertanyaku pada emak
Kemana bapak...?

Sayup terdengar bisikan emak
Bangun dan bangkitlah Nak
Berdirilah tegak
Karena sekarang tak ada lagi bapak
Dia telah damai disurgaNYA Allah Nak....

Akupun lalu teriak
Tidak.....tidak....tidak
Air matapun tumpah berserak
Mengaliri kedua kelopak

Kemudian hening sejenak
Lalu kepalaku dipeluk emak
Dan disandarkan dipundak
Dengan tangis terisak
Beliau berucap,,,sabarlah nak
Karena kita juga akan menyusul kesana kelak.





SUJUD HAMBA

oleh Haeruddin Purnawanto







Manakala...
Butiran tasbih mengisi ruang kosong jari jemariku
Lisan dan hati bersatu dalam dzikir mengingat-MU
Jiwa terisi munajatku pada-MU

Yaa Rabb ku ....

Terimalah cinta hamba yg hina ini
Diantara gelimang dosa diri tak terperi
Berharap belaian kasih yang KAU Ridhoi

Yaa Ghoffur...

Dihamparan sajadah tua
Kuletakan dahi dalam sujud hamba
Mengharap ampunan dan cinta-MU jua

Yaa Robbul Izzati...

Izinkan hamba memuji-MU dalam hening
Dengan lidah kotor hamba yg sering berpaling
Dari kasih sayang-Mu yang suci bening.

Malam 03-05-2012

KEINDAHAN BERTABUR DURI

Laksana setangkai mawar berduri
Indah dipandang sejukan nurani
Harum dan wangi merasuk kehati
Terkadang membuat kita lupa diri




Laksana setangkai mawar berduri
Mengajak angan melambung tinggi
Melanglang buana tanpa tepi
Sampai lupakan siapa diri




Laksana setangkai mawar berduri
Diciptakan untuk di nikmati
Jangan pernah menganggap memiliki
Tapi pelihara dan syukuri




Laksana setangkai mawar berduri
Jika dipegang kadang melukai
Semakin di gengam semakin menyakiti
Maka jadikanlah sekedar penghias taman duniawi




Laksana setangkai mawar berduri
Begitulah harta benda yg kita punyai
Hanya sarana penunjang ibadah pada Ilahi
Bukan di bawah sampai mati 





01-05-2012 by,Haeruddin Purnawanto

MALAM JUM'AT






Malam ini bidadari menari-nari
Diantara remang cahaya lampion
Matanya berbinar sarat makna
Menanti hadirnya pengikut sunah

Wangi semerbak puspa setaman
Manjakan rasa hadirkan hasrat
Rambut tergerai bak kembang mayang
Terjuntai indah hiasi bukit

Rembulan redup rindukan bintang
Diajak menari diantara ilalang
Memadu kasih di singgasana cinta
Teriring syahdunya syimponi jiwa

Malaikatpun tersipu malu
Saksikan bidadari nikmati cumbuan
Pena dan kertas hiasi jemari
Lengkap tercatat indahnya memori.





By,Haeruddin Purnawanto

AKU BUKANLAH PENYAIR










Aku bukanlah  penyair.....
Tapi hanyalah  musyafir hina
Berjalanku  dengan Kodrat-NYA
Mengembaraku dengan Iradat-NYA

Aku bukanlah penyair.....
Hanyalah seorang fakir
Mencoba menulis yang terpikir
Walau masih butuh ditafsir

Aku bukanlah penyair.....
Tersenyum belum tentu bahagiaku
Tawaku bukanlah jua senda gurau
Menangispun bukan tersebab duka pilu

Aku bukanlah penyair.....
Semua berlalu turuti tasbihnya sang waktu
Seiring tawafnya bumi pada poros yang Satu
Dalam perjalananku mencari Guru tanpa guru.





By'Haeruddin Purnawanto

INDAHNYA SUBUH_MU

oleh Haeruddin Purnawanto





Kala insan terbangun dari mati kecilnya
Buyarlah mimpi-mimpi entah kemana
Menggeliat dari kasur-kasur empuk nan manja
Sadarlah diri hingga mata ini terbuka

Alunan adzan subuh sayup terdengar
Seiring bayu lembut menghembus samar
Seakan jadikan kantuk ini enyah terbiar
Menuntun langkah 'tuk berwudhu dengan sabar

Meski bibir sedikit bergetar
Oleh sentuhan tirta terpapar
Namun sejuknya terasa menyasar
Sampai kedalam hati yg paling dasar

Yaa Robb...alangkah Indahnya subuh-MU
Dzohir bathinkupun tunduk di hadap-MU
Tanpa keraguan sedikitpun tentang-MU
Walau kubelum mampu jadi hamba terbaik-MU





SEPASANG BURUNG DARA DUMAY

Oh dumay...
Dunia ini kau warnai
Dengan sandiwara dan gayamu penuh aksi
Bagai merpati yg tak pernah ingkar janji

Siburung jantan mengembara
Masuk desa keluar kota
Mendadak jadi arjuna
Dipuja dan dipuji dara betina

Sejak sijantan kenal betina
Rimba belantara jadi terlupa
Mabuk kepayang sepasang dara
Dengan cinta berbalut dusta

Kadang si jantan ketawa dengan Laptopnya
Tak jarang sibetina tersenyum dengan Blackberrynya
Sepasang burung dara sama-sama gila
Saat bersua di dunia maya

Cumbuan semalam jadi cerita suka cita
Dileher sibetina meninggalkan bekas katanya
Goresan kukumu juga didadaku kata sijantan pula
Asmara diimaji mereka terasa sungguh nyata

Suatu ketika  si Om Google bertanya
Sudah sampai mana kisah cinta siAnu dan SiAna
Tante Yahoo pun menjawab seadanya
Bahwa cinta mereka telah sampai kedunia nyata.


By,Rudy.

BAGAI FATAMORGANA

oleh Haeruddin Purnawanto








Hadirmu membawa arti
Dalam asa yang hampir mati
Rasa sayangku  tak terperi
Pada bidadari penakluk hati

Bagai fatamorgana di gurun sahara
Indah dipandang namun tak nyata
Walau tak  hilangkan haus dahaga
Dan pesonamu tak tersentuh raga

Tapi biarlah jadi sebuah kisah
Kan kunikmati sebagai berkah
Meski adamu tak bisa terjamah
Tapi bagiku kau tetap terindah.

SEEKOR PIPIT HINA

Mungkinkah kuraih bintang
Kala sayapku tak jua terbentang
Berharap rembulan kan datang
Mengusir jenuh yang meradang

Ku ingin bersamamu sang pujaan
Melintasi putihnya awan
Menikmati syahdunya nyanyian
Bercanda ria tanpa beban

Namun aku hanya seekor pipit hina
Harapkan rembulan ayu bermahkota
Lembut dan anggun tanpa cela
Di gemerlapnya singgasana istana.

By,Rudy

KETAKUTANKU

Disudut malam_MU nan sunyi
Bayang kelam taklukan hati
Ketakutan merajai diri
Bak terbelenggu rantai besi

Desah nafas saksi nan nyata
Atas lukisan dosa dan noda
Disetiap putaran roda masa
Hingga semua terhenti pada waktunya

Ketakutanku semakin meradang
Kala tak kutemukan padi diantara ilalang
Gelar apakah kelak kusandang
Disaat KITA beradu pandang dipadang luas nan gersang ...?


By'Rudy

SENTUHAN BIBIR MALAM

oleh :  Haeruddin Purnawanto

Semburat Jingga ronai senja
Hadirkan nuansa indah di bibir malam
Kesindirianku dalam diam
Nikmati sentuhan sang malam

Percikan gerimis menyapa dedaunan
Iringi lantunan adzan indah mengalun
Kandaskan sunyi buyarkan lamunan
Menyeret langkah menghadap sang Rahman


TERATAI PUTIH

Serasa terkunci bunyian dunia
bila gerimis menyapu jalanan lara
paritpun menjerit oleh tempiasnya
terpercik kemana-mana...

Hembusan bayu malam mulai menyentuh
hadirkan derai pilu menderu
mencabik teratai putih nan ayu
hingga tak tegar lagi memasung kilauan...

Kerinduan menghukum diri
hadirkan rasa tak terperi
laksana alunan simponi harmoni
inginkan sentuhan Ilahi Robbi.
 

"By'Rudy"

KALAM ILAHI




Segumpal rindu bergelayut ditepi hati
Keinginan tersisih disudut nurani
Senja merahpun perlahan menepi
Hadirkan malam  dingin dan sepi

Namun galauku perlahan pergi
Saat sentuhan_Mu hadir menghampiri
Merasuk dalam menembus pori
Laksana belaian bayu sepoi

Seiring  alunan kalam Ilahi
Dari  menara masjid bibir pantai
Merasuk dalam hati bagai simponi
Merangkai kekagumanku pada_MU Robbi.