WAS_WAS

Disiang terik yang beringas
jam menunjuk angka dua belas
perlahan kuhela nafas
kuserumput teh manis dalam gelas
hingga kering tak berbekas

Dengan hati yg was_was
wajah sedih memelas
kaki tangan terasa lemas
kuarahkan pandangan kealam bebas
lewat jendela kulihat jelas
sisa embun mengering didaun talas

Suara hati kian falas
ntuk bertanyapun terasa malas
akankah cinta ini terbalas
sebelum daku tertidur pulas.




By,Rudy.

No comments: